Minggu, 05 Agustus 2012

semangaat semangaat semangaat...!!^^

kita jangan melihat bangsa ini dari sisi permasalahannya, tapi juga dari segi potensinya juga sehingga kita bisa memaksimalkan potensi yang ada untuk menyelesaikan permasalahan tersebut....

Kata-kata semacam itu kerap kali terdengar saat OSKM 2012, baik saat diklat terpusat, diklat divisi, forbas, simulasi lapangan, sampai interaksi dengan massa kampus di hari terakhir OSKM, 31 Juli 2012, 11 Ramadhan 1433 H. Kata-kata hampir senada juga pernah saya dengar di salah satu day MBC, kalau tidak salah di MBC day 9 dengan pemateri kak Hafsah H (EL08) dan kak Iwa K (EL04), meskipun konteksnya bukan mengenai realitas bangsa seperti di OSKM melainkan mengenai organisasi pembelajar dan problem solving dengan metode SWOT dan Fish Bone. Intinya, dalam melihat suatu hal, kita jangan memperhatikannya dari satu sisi saja. Lihatlah dari sisi-sisi yang lain, lihatlah dengan lebih obyektif. Jangan lihat sisi negatifnya saja. Lihat juga kebaikan yang terkandung di dalamnya. Barulah kita bisa mengkritisi dan memutuskan tindakan yang terbaik terhadap hal tersebut. Pertanyaannya, sudahkah kita tersadarkan akan hal ini?? Sudahkah kita mencoba mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari??

Melihat realita yang terjadi, saya ingin menangis. Materi-materi seperti ini sudah sering didapat. Namun masih sangat jarang diaplikasikan. Betapa kita masih sering mengutuk kemacetan jalan raya, padahal dari kemacetan inilah para pengamen, pedagang asongan, dan anak-anak jalanan mendapatkan penghasilan. Kita sering menyuarakan ketidaknyamanan kita terhadap masala sampah di sekeliling kita, padahal terdapat para pemulung yang akan kehilangan penghasilannya ketika masalah sampah telah terselesaikan. Bukan bermaksud membiarkan permasalahan sampah dan kemacetan tetap terjadi dan kondisinya makin meresahkan bahkan membahayakan, namun dari fenomena-fenomena yang telah dipaparkan kita diharapkan untuk melihat permasalahn dari banyak sisi sehingga kita bisa merumuskan solusi yang solutif untuk banyak pihak. Ingatlah kawan, kita bisa berada di tempat ini, bisa menikmati asyiknya berkuliah dengan fasilitas memadai dan tubuh sehat tanpa harus berpikir 'bisakah saya makan esok hari', bukan karena usaha kita seorang. Ada beribu-ribu orang yang telah merelakan mimpinya untuk kita. Ada berjuta-juta orang yang rela membayar pajak demi kelangsungan pendidikan kita. Maka sudah saatnya kita berpikir untuk menjadi bagi solusi, bukan bagian dari masalah. Sudah saatnya kita berpikir bukan hanya untuk kebahagiaan diri sendiri, tapi juga kebahagiaan orang lain di luar sana. Yuk kita tingkatkan lagi empati kita, kepedulian kita. Jangan membebani orang lain dengan keegoisan kita, tapi ringankanlah beban orang lain dengan ketulusan kita menolong sesama.

berjuta rakyat menanti tanganmu
mereka lapar dan bau keringat
kusampaikan salam-salam perjuangan
kami semua cinta-cinta Indonesia
kaumku, mahasiswa...,
dimana kini kau berada?
belenggu di sisi kirimu
penjara di sisi kananmu
(kampusku)