Minggu, 15 Juli 2012

The Day is Coming, Guys!!

Dan hari itu pun akhirnya datang juga. Hari dimana garis hitam dan putih terlihat jelas, tak lagi buram dan kelabu seperti hari-hari sebelumnya. Hari dimana keragu-raguan dan kecemasan segera hilang dengan sebuah keputusan.
Untung tak dapat ditolak. Malang tak dapat ditampik. Semua harus diterima dengan lapang dada. Itulah keputusan-Nya atas semua yang telah kita usahakan dan atas doa-doa yang telah kita panjatkan. Bersyukur bila sesuai keinginan, bersabar bila jauh dari harapan. Bukankah kita memang tak punya hak untuk menentukan semuanya?? Bukankah kita hanya punya hak untuk berencana dan Dia-lah yang menentukan skenario hidup ini??
Sekali lagi, inilah keputusan-Nya. Sudah terlalu banyak nikmat-Nya yang kita raih cuma-cuma. Masihkah kita mau mengeluh hanya karena ketidaksesuaian sebuah nikmat yang masih terbilang kecil bila dibandingkan dengan nikmat-nikmat lainnya?? Masihkah kita mau melalaikan dan mendustai nikmat-nikmat itu??
"Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan" (QS 55:55)

Saturated


Jenuh. Sering dengar kata ini?? Atau justru kita menjadi orang yang sering mengatakan kata ini??
Jenuh. Mendengar kata ini saya terkadang ingat kuliah Kimia Dasar yang baru usai 2 bulan lalu (hmm, jadi ingat masa TPB...:D). Jenuh yang sering dikaitkan dengan larutan. Untuk mempermudah, saya akan memberi  sebuah contoh yaitu gula yang dilarutkan dalam air. Awalnya kita bisa dengan mudah melarutkan gula ini. Makin banyak jumlah gula yang ditambahkan, makin sulit untuk melarutkannya. Hingga akhirnya gula tak mampu lagi meleburkan dirinya dalam air dan mengendap di dasar gelas. Kondisi inilah yang kita sebut jenuh.  Yap, kondisi dimana pelarut tak mampu melarutkan lagi zat terlarut hingga zat terlarut mengendap.
Namun, kata jenuh pun bisa mengingatkan saya pada hal lain. Aktivitas padat, jarang beristirahat dengan cukup. terkadang pulang larut malam bahkan tidak pulang ke asrama karena harus menginap di kosan teman, mengerjakan tugas ini dan itu, latihan ini dan itu, rapat ini dan itu, deadline tugas yang makin mencekik..., pokoknya banyak deh. Saking banyaknya sampai sanggup membuat saya jenuh seperti larutan gula tadi. Tak ingin menjalani semuanya. Ingin menghabiskan waktu dengan tidur di asrama seharian tanpa harus memikirkan tugas ini dan itu, atau bahkan pulang kampung agar bisa bertemu dengan orang tua dan lari dari tugas. Namun, hati ini tetap menolak dengan berbagai alasan. Akhirnya semua tetap ku jalani, meski terkadang harus dipaksakan. Meski terkadang wajah ini masih saja menampakkan keluh kesah.
Jenuh. Rasa yang manusiawi. Senyaman apapun yang kita lakukan, kadang rasa lelah, bosan, dan malas karena harus menghadapi rutinitas yang tak jauh beda tiap harinya pasti akan hinggap di pikiran kita. Bahkan bisa saja rasa jenuh itu menyerang hati kita dengan perbuatan yang kita senangi sebagai korbannya. Salah?? Tentu tidak. Namun semua bisa jadi bermasalah bila kejenuhan itu tidak kita tangani dan semakin menumpuk bagai endapan gula di dasar gelas yang maki hari makin banyak seiring meningkatnya jumlah gula dalam larutan.
Apa yang harus kita lakukan? Untuk meningkatkan kelarutan zat, kita perlu energi dari luar zat, yaitu energi panas, energi listrik, dan energi lain yang selanjutnya menjadi energi yang dipakai untuk melutkan gula yang sebelumnya mengendap. Manusia pun butuh hal yang sama. Butu energi dari luar yang bisa meningkatkan suhu jiwa agar lebih semangat menghadapi hari energi yang disebut doa, motivasi, dan dukungan dari orang tersayang. Doa kepada-Nya agar diberi ketenangan lahir barin dalam menjalani semuanya. Motivasi untuk membuka  mata hati bahwa kita pasti bisa menaklukkan kejenuhan itu. Dukungan dari orang tersayang untuk menambah tebal keyakinan kita dan membuat mereka bangga akan apa yang telah kita lakukan. Apalagi kalau yang ingin dibahagiakan adalah ibu, ayah, keluarga,,,, motivasinya bisa saja menngkat. amiiin....

Roro Roudhotul Jannah (1651162 - EP 2011)

Selasa, 03 Juli 2012

Tulisan Perkenalan

bismillahirrahmanirrahim...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....
Apa kabar semuanya? Semoga tetap sehat iman, islam, jiwa, dan raganya ya....^^
Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga bikin blog, hehehe.... Sebenarnya sih dulu pernah bikin pas masih SMA. Tapi, begitulah.... Terbengkalai. Semoga tidak terjadi pada blog ini.
Sebelumnya, izin perkenalan dulu yaa... Nama saya Roro Roudhotul Jannah, biasa dipanggil Roro. Saya anak bungsu dari 4 bersaudara, asal dari salah satu desa di Provinsi Jawa Barat (coba tebak...^^). Alhamdulillah, diberi kesempatan sekaligus amanah yang cukup besar untuk mengenyam pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Kembang. Semoga amanah ini berperan optimal sebagai pengontrol diri untuk tidak melakukan perbuatan yang melampaui batas dan zhalim pada diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. amiiin....
Pesan untuk semuanya: Jangan pernah meremehkan kekuatan dari sebuah mimpi, karena dari mimpi-lah muncul karya-karya besar. Namun, jangan lupa untuk terbangun dari mimpimu dan segera bergerak untuk merealisasikannya.