Semester 4 sudah lama berlalu, lebih dari tiga bulan lalu. Setelah melalui banyak hal, termasuk Ramadhan dan Idul Fitri, tak terasa semester 5 sudah di depan mata. Rencana studi sudah diajukan ke dosen wali, tinggal menunggu persetujuan beliau. Kelengkapan alat tulis sudah cukup. Buku-buku teks penunjang kuliah semester depan sudah mulai dicari, termasuk dengan meminjam pada kakak tingkat. Info-info mengenai perkuliahan semester ini pun sedikit demi sedikit sudah digali dari memori kakak-kakak tingkat yang lebih berpengalaman.
Semester 5, saat-saat 'legendaris' menurut banyak orang di program studi ini. Saat-saat paling menguras tenaga, pikiran, dan perasaan. Saat-saat dimana IP 'terjun bebas' (naudzubillahi min dzalik). Saat-saat dimana 24 jam sehari dan 7 hari seminggu terasa amat sangat berharga, sampai-sampai waktu tidur pun bisa saja dikorbankan. TP praktikum segunung. Tes awal praktikum yang juga bikin deg-degan. Kepentingan akademik yang (kerap) berbenturan dengan kepentingan organisasi. Dan sederetan cerita 'horor' nan 'legendaris' lainnya. Kisah-kisah ini bisa jadi penghancur semangat, namun bisa juga jadi pemicu semangat. Yah, kembali ke orangnya.
Bagiku, semester ini jadi tantangan 'serius', karena aku sudah tidak bisa 'main-main' seperti semester-semester kemarin. Ini sangat terkait dengan masa depanku nantinya. Waktuku sudah tak banyak: dua tahun lagi. Dan tugasku masih amat banyak. Tanggung jawabku juga tak kalah banyaknya. Dan jatah hariku di dunia juga semakin berkurang. Menyesal di kemudian hari merupakan hal yang tak ingin kualami.
"belajarlah untuk lebih tegas pada diri sendiri", ujar salah satu kakak tingkat.
"mulailah untuk berpikir dan bertindak cepat, karena tanpa berpikir cepat kau akan salah dan tanpa bertindak cepat kau akan kalah", kata Bapak.
"apapun yang terjadi, hadapilah dengan gembira, karena itulah salah satu kunci kesuksesan", kata Ibu.
Semester 5, aku datang untuk 'menaklukkan'mu...!!!

