Saat-saat kebersamaan di SMA, saat-saat penuh canda di TPB.... Aku merindukannya, ya Allah....
Dan kini, aku harus berjuang sendirian.
Kamu harus terbiasa.... Harus terbiasa....
Datang ke kelas tanpa sambutan hangat....
Bekerja sendiri, belajar sendiri, tak dipedulikan orang dimana kamu hendak duduk....
Tak ada yang menyiapkan tempat duduk di sisinya....
Mendapat jawaban kurang bersahabat saat menanyakan suatu hal....
Tidak ada yang mengajak pergi ke kelas bersama....
Berjalan sendiri saat masuk ataupun keluar kelas....
Menerima kabar mendadak mengenai pekerjaan rumah....
Memendam keinginan untuk bercanda dan mengajak orang bercanda....
Memendam cerita dan keluh kesah dalam hati.....
Bukan lingkungan yang ideal. Mungkin itulah deskripsi mengenai tempatku sekarang. Ketika setiap orang menjadi terkesan individualis dan sibuk dengan ambisi masing-masing.Ketika sapaan menjadi barang langka dan mahal. Sekali lagi, ini bukan lingkungan yang ideal. Ya, tak ada yang sempurna memang, selain DIA....
Tapi, inilah jalan yang kau pilih. Pahit atau manis, kau lah yang akan merasakan. Rasa sepi ini bisa jadi tak sepenuhnya salah mereka. Mungkin kau juga yang kurang bisa memahami mereka. Ini mungkin pembelajaran agar kau lebih dewasa dan mandiri. Kau masih terlalu manja untuk bisa berada di dunia yang kejam ini, sobat. Ambil saja hikmah dari semua ini, bukan hanya air mata yang terurai.
Dengan kondisi yang tak ideal seperti ini, DIA memberimu kesempatan untuk berusaha menguraikan masalah ini. Dengan suasana yang tak ideal ini, DIA menanti dirimu datang pada-NYA dan berkeluh kesah dan menumpahkan keresahan yang kau alami. Dengan kesulitan ini, DIA ingin melihat kesungguhanmu meraih ridha-NYA....
SELAMAT BERJUANG....! KARENA HIDUP [H]AROES KOEAT....!!
MAN JADDA WAJADA....!!!
LAA TAKHAF WA LAA TAHZAN... INNALLAHA MA'ANA....!!!!
ALLAHU AKBAR...!!!!!
ALLAHU AKBAR...!!!!!



