Rabu, 28 November 2012

Abstrak

Aku sendirian.... Ya, aku sendirian.

Saat-saat kebersamaan di SMA, saat-saat penuh canda di TPB.... Aku merindukannya, ya Allah....
Dan kini, aku harus berjuang sendirian.
Kamu harus terbiasa.... Harus terbiasa....
Datang ke kelas tanpa sambutan hangat....
Bekerja sendiri, belajar sendiri, tak dipedulikan orang dimana kamu hendak duduk....
Tak ada yang menyiapkan tempat duduk di sisinya....
Mendapat jawaban kurang bersahabat saat menanyakan suatu hal....
Tidak ada yang mengajak pergi ke kelas bersama....
Berjalan sendiri saat masuk ataupun keluar kelas....
Menerima kabar mendadak mengenai pekerjaan rumah....
Memendam keinginan untuk bercanda dan mengajak orang bercanda....
Memendam cerita dan keluh kesah dalam hati.....

Bukan lingkungan yang ideal. Mungkin itulah deskripsi mengenai tempatku sekarang. Ketika setiap orang menjadi terkesan individualis dan sibuk dengan ambisi masing-masing.Ketika sapaan menjadi barang langka dan mahal. Sekali lagi, ini bukan lingkungan yang ideal. Ya, tak ada yang sempurna memang, selain DIA....

Tapi, inilah jalan yang kau pilih. Pahit atau manis, kau lah yang akan merasakan. Rasa sepi ini bisa jadi tak sepenuhnya salah mereka. Mungkin kau juga yang kurang bisa memahami mereka. Ini mungkin pembelajaran agar kau lebih dewasa dan mandiri. Kau masih terlalu manja untuk bisa berada di dunia yang kejam ini, sobat. Ambil saja hikmah dari semua ini, bukan hanya air mata yang terurai.

Dengan kondisi yang tak ideal seperti ini, DIA memberimu kesempatan untuk berusaha menguraikan masalah ini. Dengan suasana yang tak ideal ini, DIA menanti dirimu datang pada-NYA dan berkeluh kesah dan menumpahkan keresahan yang kau alami. Dengan kesulitan ini, DIA ingin melihat kesungguhanmu meraih ridha-NYA....

SELAMAT BERJUANG....! KARENA HIDUP [H]AROES KOEAT....!!
MAN JADDA WAJADA....!!!
LAA TAKHAF WA LAA TAHZAN... INNALLAHA MA'ANA....!!!!
ALLAHU AKBAR...!!!!!

Senin, 26 November 2012

apa yang kamu lakukan saat berselancar di dunia maya??

Cause like insomnia aaaah....
Cause like insomnia aaaah.....

Ups, maaf...! Bukannya mau mengganggu kenyamanan tidur anda dengan teriakan yang agak sengau.... Hanya ingin meramaikan suasa kamar yang kurang varias, karena yang terdengar hanya suara tuts-tuts papan ketik laptop yang sedang pegal-pegal parah - dari tadi dipijitin mulu, hehe...:).

Aku menatap jam di laptop. Pukul tiga pagi. Eh, pukul 3 pagi?? Ckckckck... Biasanya jam sepuluh malan juga sudah terbang ke alam mimpi. Malam ini?? Hmm... Gara-gara tadi siang ketiduran sampai sore. Gini nih efeknya.... (Ternyata lebih ampuh daripada produk-produk berkafein, haha)

Lalu, dari jam sepuluh tadi sampai sekarang ngapain aja?? Internetan. Satu kata yang pas mewakili kegiatan malam ini. Nah, kalau internetan biasanya ngapain sih??
**FB-an.
Haha, itu mah kayak udah jadi agenda rutin kalau OL. Di Web Browser yang biasa dipakai, Facebook jadi situs urutan pertama, disusul Web lab dasar, Gmail, dan website sepakbola. Blogger di urutan kelima, karena jarang ngapdet tulisan, hehe....
Padahal, FB-an juga sebenarnya makin lama makin gak efektif juga sih, soalnya buka FB sekadar buka notif, cari info terbaru di grup, chat sama teman lama (kadang2). Update status? udah mulai jarang. Paling re-share status/foto orang....

**Buka Situs Berita
widiih, sok keren beud ya?? padahal situs berita yang dibuka juga paling itu2 doang (tahu lah yaa...). Tapi seenggaknya nge-refresh otak kita sama berita ter-apdet itu menyenangkan loh.... Apalagi tentang bola, hehe. Selain buka langsung situsnya, kadang2 apdet berita bisa dari twitter, karena akun twitternya dipake buat follow situs berita online, hehe...

**Browsing dan Cek Email
internetan tanpa menyentuh mbah Google?? aneh juga sih. makanya, sesekali disempet2in lah browsing via google. meskipun biasanya buka google kalau ada maunya, misalnya nge-laprak (bikan ngelabrak yaaa.... camkan baik2, hehe), bikin artikel, dll. Intinya, nyari sumber referensi gitu lah. Tapi, kadang suka kesel juga kalau nyari referensi lewat internet. Kadang infonya gak jelas, atau malah cuma copasan dari situs lain. Kalau dipikir-pikir, sumber referensi paling enak dan terpercaya mah tetep buku lah. Internet hanya membuat bahasa buku menjadi lebih mudah diuraikan, karena biasanya artikel di internet gak pake bahasa seberat dan sekompleks bahasa buku (bahasa buku ada di kompleks mana ya? hehehe)
Cek Email? Sebenarnya agak males sih, soalnya inbox-nya kurang beragam. Maklum, kurang menjadikan Email sebagai alat komunikasi utama. Tapi sekarang jadi sering (minimal tiap seminggu sekali) buka email karena harus ngirim laporan praktikum ke email. Belum kalau ada urusan penting lainnya.

**Blogging
Hufft, akhirnya muncul juga aktifitas ini. Aktifitas yang sering dinomor sekiankan dengan dalih sibuk, gak ada ide, gak mood, dsb. Padahal, blog bisa jadi tempat curhat paling private (sejauh ini), karena pembacanya gak terlalu banyak (apalagi akun ini yang cuma punya satu pengikut, hehe). Selain itu, kita bisa bebas nulis sepanjang apapun di blog, beda dengan Twitter yang cuma dibatasi 140 karakter dn FB yang kurang enak kalau buat posting banyak2 (kecuali di notes). Di sini juga kita bisa melatih tangan, otak, dan hati untuk terus bercerita. Karena tulisan adalah cerita penulisnya, hehe. Makin melatih diri buat menulis kan??

**Belajar
Kegiatan yang masih cukup jarang dilakukan kala internetan. Nyari info-info tentang akademik tuh paling banter kalau mau bikin laporan praktikum atau makalah, selebihnya jarang banget. Padahal, belajar tuh penting banget kan? Jujur aja sih, aku bukan orang yang imba dalam masalah akademik. Lebih-lebih, gak rajin belajar lagi. Padahal, keilmuan yang aku ambil termasuk sulit dan masih jarang di Indonesia. Masih mau berleha-leha nih?? (mulai keluar deh seriusnya)

Kesimpulannya, ternyata internet sejauh ini masih belum saya gunakan dengan optimal. Masih terlalu banyak unsur main-main yang dilakukan saat ber-internet. Padahal, kalau dimanfaatkan untuk hal yang lebih bermanfaat pasti lebih mengasyikkan. Contohnya, bisnis online, cari-car beasiswa, dll.

Selasa, 20 November 2012

Harga Mahal Sebuah Kejujuran



Senin, 13.00-14.40 WIB. Gedung BSC-A lantai 4. Seperti biasa, kuliah Rangkaian Elektrik kami jalani. Hari ini aku datang terlambat ke kelas. Entah terlambat berapa menit, yang jelas dosen sudah menjelaskan slide demi slide presentasi kuliah hari ini. Aku akhirnya mengikuti kuliah dan mencerna sedikit demi sedikit penjelasan dosen dan slide-slide itu. Rasa kantuk mulai datang, dan aku terlelap sejenak.

Saat aku mulai sadar kembali, dosen kami menghentikan sejenak perkuliahan. Beliau membuka sebuah file. Aku merasa heran, tumben beliau menghentikan KBM, padahal belum waktunya berhenti (dosenku yang satu ini terkenal amat disiplin. Pada kuliah ini, beliau akan memulai tepat pada pukul 13.00 dan mengakhirinya tepat pada pukul 14.40. Beliau justru minta maaf pada mahasiswanya bila menyelesaikan KBM pada hari itu melewati waktu yang kusebutkan tadi, hal yang jarang dilakukan oleh dosen kebanyakan). Ternyata, beliau membuka softcopy peraturan akademik kampusku.

Beliau mulai bagian kedua dari peraturan ini, yaitu mengenai kecurangan akademik, terutama masalah kecurangan saat ujian (tahu lah maksudnya apa). Sanksi yang diberikan kampusku tidak main-main. Skorsing bagi yang menyontek maupun yang memfasilitasinya (memberi contekan). Itu baru sanksi minimal. Pahit-pahitnya, si Pelaku bisa saja di-DO dari kampus, hal yang pastinya tidak diinginkan setiap mahasiswa.

Aku masih belum paham mengapa beliau rela meng-cut kuliah demi menjelaskan peraturan akademik. Ternyata, beliau menemukan kecurangan akademik di kelas kami, tepatnya saat kuis ketiga. Dan beliau berkata bahwa untuk pelaku ini, ia memberikan dua pilihan: dilaporkan ke dekan dengan tuntutan skorsing minimal 1 tahun bila tidak mau mengaku, atau mengakui kesalahannya dengan catatan ia tidak diluluskan pada matakuliah ini.

Kelas yang biasanya hening semakin terasa mencekam. Ancaman yang lumayan menakutkan, pikirku. Bagaimanapun, mengulang kuliah Rangkaian Elektrik bukanlah hal yang dianjurkan, karena pastinya akan menambah beban di semester berikutnya, apalagi bila terpaksa harus 'cuti' kuliah selama minimal setahun. Terlebih bagai mahasiswa penerima beasiswa seperti saya yang harus lulus empat tahun (karena beasiswa yang diterima hanya untuk kuliah selama delapan semester). Pilihan yang sulit.

Aku kembali berpikir, bahwa kejujuran itu memang mahal. Dan dua orang itu (aku bersyukur tidak tahu siapa orangnya) sudah rela menjualnya dengan (minimal) tidak lulus matakuliah itu. Padahal yang dapat nilai nol dengan usaha sendiri juga banyak, dan dosen akan mengambil empat nilai terbaik dari enam kuis yang beliau berikan. Artinya, nilai nol itu pun akan diabaikan bila nilai-nilai yang lain lebih baik, artinya semua kembali ke usaha kita dalam belajar dan mempersiapkan diri untuk ujian itu.


"Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya" (HR. Bukhari dan Muslim).

Gak mau masuk golongan orang munafik kan??

Jujur itu mahal. Maka dari itu, jagalah ia baik-baik dalam keseharian kita.
Jujur itu langka. Oleh karenanya, jangan biarkan ia punah.
Karena, bila kejujuran itu telah punah, maka punahlah pula kebaikan di dunia ini....



“Usman bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan pula kepada kami dari Mansur, dari Abi Wail, dari Abdullah, dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: “Sungguh, kejujuran itu menunjukkan jalan kebaikan dan kebaikan itu mengantarkan ke surga. Seseorang dapat dinilai jujur bila ia (benar-benar) mengimplementasikan nilai kejujuran tersebut. Sebaliknya, kebohongan itu menunjukkan jalan kesesatan dan kesesatan itu mengantarkan ke neraka. Karenanya, seseorang yang seringkali berbohong, hingga ia dicatat di sisi Allah swt. sebagai pembohong.” (HR Bukhari)

Minggu, 04 November 2012

Yang "WOW" dari Mabit AQ

"Sabtu malam ku sendiriiii... Tiada temanku lagi....."
Eitts, siapa bilang?? Malam Minggu-ku semalam kan gak sendirian, karena bersama saudara-saudariku dari berbagai tempat, kami berkumpul di Masjid Kampus tercinta, Masjid Salman ITB. 
Whatt??? Malam Mingguan di Masjid?? Gak salah tuh.
Iya dong, daripada ngabisin waktu di di kamar dan gak ada kerjaan... Iya gak??
Emang ngapain Malam Minggu di Salman??
Jangan salah, semalam ada Mabit Ashhabul Quran di Masjid Salman.
Terus??
Di mabit AQ ini, ada beberapa rangkaian kegiatan loh. Mulai dari materi inti tentang keutamaan menghafal qur'an, ada lomba bikin artikel juga, sampai qiyamullaial berjamaan dan kuliah subuh dengan tema keutamakan menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Gak cuma itu, ada souvenir juga loh buat 50 pendaftar pertama plus hadiah  buat pemenang lomba. Oh, ya. Artikel yang terpilih dari lomba semalam bakal dipublish di web-nya Mata' loh.... Tahu kan, http://matasalman.com/
Ciyuss?? Miapaah??
Heuuuh.... Udah gitu, pematerinya inspiring banget deh. Bikin kita termotivasi gitu buat bisa hafal Qur'an. Secara,  beliau kan udah Hafizh gitu, ngajar tahfizh juga lagi. Beliau menyampaikan banyak hal tentang menghafal Qur'an. Dari mulai definisi dan keutamaan sampai pengalaman pribadi saat menghafal. Secara bahasa, hifzh itu artinya selalu ingat, sedikit lupa, menghafal, memelihara, sedangkan pengertian Al hafizh al Qur'an sendiri adalah orang yang hafal 30 juz Al Quran dengan cermat, sering murojaah (mengulang hafalan), hafalannya kuat dan bisa secara refleks diungkapkan (aduh, lupa euy istilah bahasa Arab-nya), paham akan seluruh kaidah dan makna Al Quran, dan menjaga Al Quran dengan ibadah dan akhlaq-nya. Seorang Hafizh Quran punya banyak keutamaan loh. Gak cuma di dunia, tapi juga di akhirat. Keutamaannya di dunia adalah hatinya tenteram, punya kecenderungan kepada kebaiakan dan rahmah, menghidupkan hati, jauh dari maksiyat, ahsanu a'mal (sebaik-baik perbuatan), ciri orang berilmu, dapat kehormatan dari Rasulullah SAW, dapat nnikmat rabbani (maksudnya bukan dapat kerudung se-ember gede ya, hehe), juga jadi bisnis yang gak akan rugi. Sementara, keutamaan di akhirat, yang pasti bernilai ibadah, pemberi syafaat di hari kiamat, di surga kelak bersama malaikat yang mulia, derajat diri terangkat, juga mengangkat derajat orang tua di mata Allah. Yang inspiring lagi itu adalah pengalaman beliau dari mulai yang gak tahu baca Qur'an kayak gimana, perjuangan saat menghafal, lalu lulus dengan predikat cumlaude, saat-saat ia kehilangan lagi hafalannya dan mengembalikannya lagi, sampai akhirnya bisa jadi pengajar. Superr banget lah....
Ih WOW.... Sesuatu pisan euy.... eh, maksudnya subhanallah sekali yaa.... terus, kiat-kiat biar bisa menghafal quran gimana ya...??
Wah,, penasaran yaaa?? Makanya, yuk ikutan Mabit Ashabul Quran edisi berikutnya. Temanya kiat-kiat menghafal Quran. Waktunya Insya Allah hari Sabtu, tanggal 1 Desember 2012, pukul 19.30 sampai selesai. Tempatnya?? Insya Allah masih di Masjid Salman ITB. Ajak teman-temanmu yang lain yaaaa....^^

"Ya Allah, rahmatilah kami dengan Al Quran. Jadikanlah ia Imam, Cahaya, Petunjuk, dan Rahmat bagi kami. Ya Allah, ingatkan kami ketika kami lupa bagian darinya. Ajarilah kami yang kami belum ketahui darinya. Karuniakanlah kepada kami kemampuan untuk membacanya sepanjang siang dan malam. Jadikanlah ia perisai bagi kami. Wahai Tuhan Semesta Alam....