Apakah manusia itu mengira bahwa
mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang
mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya Kami telah
menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui
orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ataukah orang-orang yang
mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) kami?
Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu. (Al 'Ankabuut : 2-4)
Ujian. gak asing lagi kan dengan kata ini? dari mulai anak sekolah dasar sampe anak kuliahan pasti familiar dengan kata ini. di bangku sekolah (ataupun kuliah), yang namanya ujian pasti dikasih buat peserta didik sebagai evaluasi hasil belajar mereka atau sebagai syarat bergabungnya peserta ujian pada suatu instansi. pihak-pihak yang ngasih ujian punya standar tertentu yang harus dilampaui oleh peserta ujian. bagi yang mampu melampauinya, mereka dapat reward khusus: naik tingkat atau diterima di instansi tersebut. bagi yang gak berhasil, hasilnya udah ketebak: tinggal kelas atau gak diterima. bagi mereka yang gak berhasil saat itu, bisa jadi diberi ujian yang sama (atau mengikuti ujian yang sama) di lain waktu yang disebut remedial atau ujian perbaikan. kalau lolos ya naik kelas. kalau enggak, ya siap-siap deh diuji lagi. (pake aturan repeat - until kayak di pascal biar seru, haha...:D)
Ujian dalam hidup ini sistemnya gak beda jauh sama ujian di sekolahan. ada parameter kelulusan, ada yang berhasil lulus dan naik tingkat, ada yang gagal dan ikut remedial, ada pula yang langsung ditolak. Allah mendesainnya sedemikian rupa sehingga hanya orang-orang yang mampu menyikapi ujian kehidupan ini dengan baik-lah yang mampu melanjutkan perjuangannya di level berikutnya (kayak main game ya, hehe.:D)
masa-masa ujian ini pun bisa dibilang menjadi masa transisi, dimana yang sanggup melewatinya akan melaju ke depan, sedangkan yang tidak harus mencoba lagi dan kembali ke awal. ini mungkin berat. melepas zona nyaman untuk mengarungi jalanan terjal terkadang gak bisa diterima sebagian orang. orang-orang seperti ini bisa jadi akan menyerah, atau menjalaninya namun dengan keluhan terus menerus ditumpuk di hati dan kepala. pertanyaannya, apakah orang-orang seperti ini - yang mengiringi perjalanannya dengan setumpuk protes berkecamuk dalam dirinya - sudah bisa dikataka lulus ujian?

ujian hidup ini emang kadang bikin dada nyesek saking beratnya. tapi ingat, kita bisa naik tingkat jadi manusia yang lebih baik loh kalau lolos ujian itu... inget juga dong ujian-ujian orang-orang terdahulu dalam memperjuangkan agama-Nya... yang kita hadapi mah belum seberapa dah... mereka aja bisa kok lolos dari ujian seberat itu, masa' kita mau nyerah gitu aja dengan ujian yang masih di level awal? bukannya Allah udah janji kalau ujian yang Allah kasih udah disesuaikan dengan kemampuan hamba-Nya?? jadi kita berpotensi dong buat lulus ujian. iya kan? jadi, hadapi aja sampai bel tanda waktu habis berdering. masalah hasil, biar jadi wewenang-Nya. toh kita udah berusaha kan? kalau gagal? berdoalah semoga masih bisa memperbaiki diri dan kesalahan yang udah dilakukan....
yuk belajar ikhlas dalam menghadapi ujian di hadapan kita... :)
Ujian dalam hidup ini sistemnya gak beda jauh sama ujian di sekolahan. ada parameter kelulusan, ada yang berhasil lulus dan naik tingkat, ada yang gagal dan ikut remedial, ada pula yang langsung ditolak. Allah mendesainnya sedemikian rupa sehingga hanya orang-orang yang mampu menyikapi ujian kehidupan ini dengan baik-lah yang mampu melanjutkan perjuangannya di level berikutnya (kayak main game ya, hehe.:D)
masa-masa ujian ini pun bisa dibilang menjadi masa transisi, dimana yang sanggup melewatinya akan melaju ke depan, sedangkan yang tidak harus mencoba lagi dan kembali ke awal. ini mungkin berat. melepas zona nyaman untuk mengarungi jalanan terjal terkadang gak bisa diterima sebagian orang. orang-orang seperti ini bisa jadi akan menyerah, atau menjalaninya namun dengan keluhan terus menerus ditumpuk di hati dan kepala. pertanyaannya, apakah orang-orang seperti ini - yang mengiringi perjalanannya dengan setumpuk protes berkecamuk dalam dirinya - sudah bisa dikataka lulus ujian?

ujian hidup ini emang kadang bikin dada nyesek saking beratnya. tapi ingat, kita bisa naik tingkat jadi manusia yang lebih baik loh kalau lolos ujian itu... inget juga dong ujian-ujian orang-orang terdahulu dalam memperjuangkan agama-Nya... yang kita hadapi mah belum seberapa dah... mereka aja bisa kok lolos dari ujian seberat itu, masa' kita mau nyerah gitu aja dengan ujian yang masih di level awal? bukannya Allah udah janji kalau ujian yang Allah kasih udah disesuaikan dengan kemampuan hamba-Nya?? jadi kita berpotensi dong buat lulus ujian. iya kan? jadi, hadapi aja sampai bel tanda waktu habis berdering. masalah hasil, biar jadi wewenang-Nya. toh kita udah berusaha kan? kalau gagal? berdoalah semoga masih bisa memperbaiki diri dan kesalahan yang udah dilakukan....
÷Pr& óOçFö6Å¡ym br& (#qè=äzôs? sp¨Yyfø9$# $£Js9ur Nä3Ï?ù't ã@sW¨B tûïÏ%©!$# (#öqn=yz `ÏB Nä3Î=ö6s% ( ãNåk÷J¡¡¨B âä!$yù't7ø9$# âä!#§Ø9$#ur (#qä9Ìø9ãur 4Ó®Lym tAqà)t ãAqß§9$# tûïÏ%©!$#ur (#qãZtB#uä ¼çmyètB 4ÓtLtB çóÇnS «!$# 3 Iwr& ¨bÎ) uóÇnS «!$# Ò=Ìs% ÇËÊÍÈ
Apakah kamu
mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan)
sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh
malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan)
sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah
datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu
Amat dekat. (Al-Baqarah : 214)
w ß#Ïk=s3ã ª!$# $²¡øÿtR wÎ) $ygyèóãr 4 $ygs9 $tB ôMt6|¡x. $pkön=tãur $tB ôMt6|¡tFø.$# 3 $oY/u w !$tRõÏ{#xsè? bÎ) !$uZÅ¡®S ÷rr& $tRù'sÜ÷zr& 4 $oY/u wur ö@ÏJóss? !$uZøn=tã #\ô¹Î) $yJx. ¼çmtFù=yJym n?tã úïÏ%©!$# `ÏB $uZÎ=ö6s% 4 $uZ/u wur $oYù=ÏdJysè? $tB w sps%$sÛ $oYs9 ¾ÏmÎ/ ( ß#ôã$#ur $¨Ytã öÏÿøî$#ur $oYs9 !$uZôJymö$#ur 4 |MRr& $uZ9s9öqtB $tRöÝÁR$$sù n?tã ÏQöqs)ø9$# úïÍÏÿ»x6ø9$# ÇËÑÏÈ
Allah tidak
membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala
(dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang
dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum
Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau
bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada
orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami
apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan
rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum
yang kafir." (Al-Baqarah : 286)
yuk belajar ikhlas dalam menghadapi ujian di hadapan kita... :)

