Yah, sore itu terlihat beberapa orang berlari. Namun, tidak ada Camera Man di sana. Yang berlari pun bukanlah Kim Jong Kook, Gary, dan konco-konconya (emangnya Jong Kook sama Gary anak Power 2011 ya?? hihiihihi :D). Orang-orang itu tampak berlari dari Labtek VIII (Singgasana Pendekar Ngoprek) dan Labtek V (Istananya Laskar-Laskar Ngoding). Arahnya?? bermacam-macam, semua oktan (kayaknya) dijajah. Ada yang ke tempat Fotokopi dan Printer, namun yang terbanyak adalah menuju Labtek V lantai 2. Ding Dong mendadak riuh. Mushalla Elektro pun gak kalah. Rupanya mereka yang berlari dan tampak panik adalah mahasiswa/i Teknik Elektro dan Teknik Informatika. Apa pasal?
Ternyata, mereka berlari untuk mengejar deadline Tugas Besar matakuliah Algoritma dan Struktur data. Konon, karena saya tidak merasakan derita yang sama, tugas besarnya cukup menyita waktu. Teman se-kost saja sampai pulang sangat larut semalam, sama seperti saat aku mengikuti diklat calon perangkat dulu. Dan paginya ia pergi ke kampus lebih pagi dariku demi menyelesaikan tugasnya.
Beragam reaksi terpancar dari wajah mereka setelah mengumpulkan beragam. Ada yang bernapas lega. Ada yang tersenyum puas, ada yang tampak murung, ada yang memendam kecewa. Ada yang menyelesaikan dengan baik, ada yang standar tapi sudah memenuhi aturan, ada yang kurang sempurna tapi masih bisa digunakan, ada pula yang sama sekali gagal Compile.
Kasus ini bisa kita jadikan analogi terhadap kehidupan kita. Deadline pengumpulan tugas besar bisa kita anggap sebagai detik-detik terakhir kita hidup, atau akhir dari kehidupan dunia. Begitu banyak orang yang panik dan cemas, karena kurang mempersiapkan diri di waktu-waktu sebelumnya, atau merasa bekalnya masih kurang. Ada pula yang mendekatinya dengan tenang, santai, karena bekal dan tugas telah ia selesaikan sebelumnya. Contoh yang kedua ialah orang beriman nan taat. Yang pertama mungkin lalai atau memang telah berusaha maksimal namun tetap belum siap. Bila malaikat Izrail menjemput kita, tahun depan, besok, atau beberapa menit ke depan, kira-kira apakah yang akan kita lakukan?? Sudah cukupkah perbekalan kita untuk menjalani Penantian yang Panjang dan Hari Pembalasan?
Raut wajah setelah mengumpulkan tugas bisa jadi analogi mengenai reaksi manusia saat menghadapi Hari Kebangkitan. Ada yang bahagia denga wajah berseri-seri, ada yang merasa terhina. Golongan pertama ialah orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Yang kedua ialah orang-orang yang lalai dan durhaka pada Allah. Pertanyaannya, masuk ke dalam golongan manakah kita??
#Renungan untuk diri sendiri...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar