ceritanya, seminggu yang lalu aku mulai beres-beres buat pulang ke rumah orang tua di Kuningan sana. Karena kamar pun lagi berantakan banget, akhirnya sekalian aku beresin barang-barang di kamar, terutama buku-buku. pas lagi memilah buku yang masih bisa dipakai sama yang enggak, aku menemukan sebuah buku batik yang kubeli pas SMA kelas 3, waktu itu aku beli buku batik buat mapel matematika dan fisika yang catetan dan latihannya super menguras lembaran kertas. aku mengecek lembar-lembar belakang buku, dan kutemukan sebuah kata-kata iseng yang kutulis saat kelas 3 SMA. kata-kata berbahasa inggris yang ditulis pas masa-masa 'galau' dulu, dengan tata bahasa yang masih kacau. ah, pokoknya mah bikin ketawa-ketawa sendiri lah. separah itukah saya dulu??
haha, mendadak teringat pada orang yang di-galau-kan itu. orang yang dulu diingat-ingat. orang yang tak terlihat bertahun-tahun dan tiba-tiba muncul lagi dengan kondisi yang berbeda. aku gak tahu apakah kondisiku saat ini dan kemarin-kemarin sama atau tidak, tapi yang jelas, entah kenapa, kata-kata galau itu mulai terganti dengan 'ya udah lah ya...' dengan nada datar (kata-kata yang dibenci oleh sebagian temanku karena terkesan terlalu datar dan pasrah). mungkin memang sudah bukan saatnya lagi memikirkan hal yang tak terlalu penting dan terlalu spekulatif untuk saat ini. lha kerjaan aja banyak yang belum beres toh. iya kan? tips 'dengan menyibukkan diri, terkadang pikiran-pikiran itu akan hilang dengan sendirinya' seejauh ini masih manjur buatku. aku masih terlalu kanak-kanak untuk memikirkan pendamping hidup, nikah, dll (ups, akhirnya ketahuan juga, haha)
namun, terjadi sedikit perubahan saat pulang ke rumah, ketika aku melihat sendiri sampel kasus kegagalan dalam memilih teman sehidup semati (suami.red). ternyata bisa fatal juga, dan bisa berimbas pada keturunan, keluarga besar, masyarakat, dan skala yang lebih luas lagi. kekerasan dalam rumah tangga misalnya, pertengkaran antara orang tua bukannya gak mungkin berimbas ke anak kan? kalau udah berimbas ke anak, nanti bisa meluap ke mana-mana. dan itu berawal dari masalah yang bagi sebagian orang sepele: salah memilh dan gak bisa saling memahami. kejadian ini membukakan mataku, kalau ini memang harus disiapkan dengan sebaik-baiknya. bukan masalah manja atau mandiri, siap atau tidak, dsb. bukankah kita sudah dibekali dengan kemampuan membedakan yang baik dan buruk? bukankah kita juga diberi petunjuk lewat Al-Qur'an dan Sunnah? jadi, yuk mulai persiapkan diri, jaga hati, jaga diri, tingkatkan iman, perbaiki akhlaq, kuatkan jasmani, perbanyak ilmu,. insya Allah akan indah pada waktunya, seperti taman bunga mawar yang akan terlihat indah ketika bunganya yang warna warni mulai bermekaran....
*tak bermaksud bikin galau, hanya mengingatkan untuk segera mempersiapkan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar