teringat hampir satu semester yang lalu, saat 3 ujian menghadang dalam 4 hari. Dan mengeluh jadi hal yang pertama kulakukan. Tak disangka sekuel yang lebih horror ternyata sudah di depan mata. Makin terasa bila dua semester yang telah kulalui sebelumnya memang "Tahap Paling Bahagia". Saat hidup begitu terjadwal, saat waktu luang terasa banyak (meski kenyataannya tak mampu digunakan dengan baik), saat tak banyak waktu tersita untuk kegiatan lain,... But live must go on.... "Telah berlalu masa-masa tidur wahai jiwa pembaharu" sepertinya menjadi semboyan yang tepat untuk memotivasiku saat ini....
Akankah semua ini hanya membuatmu mengeluh, ngomel-ngomel gak jelas (termasuk di tulisan ini jangan2, ckckckck), dan menyalahkan keadaan? tidakkah keadaan ini membuatmu tergerak untuk berubah?? tidak adakah keinginan dalam hatimu untuk bertindak?? atau terlalu berat semua ini bagimu sehingga diam adalah satu-satunya yang bisa kau lakukan??
"Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya...." (2:286)
"Sesungguhnya
Allah tidak mengubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (13:11)
"Allah tak akan memberikan cobaan yang kau tak sanggup untuk memikulnya.
Allah tak akan merubah keadaanmu jika kau tak berusaha mengubahnya
tegarkan dirimu dengan janji Allah adalah pasti...." (Tashiru - terpuruk)
Pikirkanlah kembali. apakah ketika sebuah tantangan, ujian, cobaan, atau istilah-istilah lain yang sejenis ada di hadapanmu, tak inginkah kau menyambutnya dengan optimis seraya berkata "challenge accepted", lantas berusaha sekuat tenaga untuk menaklukkannya? Dan saat motivasi dan daya mulai berkurang, ingatlah, janji-Nya takkan Ia ingkari (renungan bagi yang sering mengobral janji bak dagangan di pasar jumat di depan Salman atau pasar tumpah di Gasibu tiap minggu, terutama yang ngetik ini tulisan).
Bismillah, Insya Allah harapan dan peluang itu masih ada.... Semangat UTS.... Waktunya buka buku dan latihan soal....^^
10 Oktober 2012, TH183\04


Tidak ada komentar:
Posting Komentar